Monday, March 1, 2010

Penulisan Simbol Rp

Sering kita melihat berbagai macam tulisan dalam sebuah artikel yang didalamnya terdapat simbol rupiah, dalam tulisan tersebut penulisan simbol rupiah masih terdapat kesalahan. Tanda satuan rupiah “Rp” bukan merupakan singkatan sehingga penulisannya tidak menggunakan tanda titik. Antara symbol satuan uang dan jumlahnya tidak diberi spasi kecuali angka rupiah paling atas dalam suatu rincian. dalam hal ini, symbol Rp akan diletakkan lurus terhadap angka terpanjang. penulisan rupiah secara resmi (dalam kuitansi, kontrak, dan semacamnya) harus lengkap dengan angka sen, misalnya Rp10.444.000,00.

Contoh penulisan rupiah yang keliru:

Rp. 10.000

Rp 10.000

RP 10.000

RP. 10.000

Penulisan yang benar:

Rp10.000

Simbol Rp hanya digunakan untuk angka paling atas dalam rincian jumlah rupiah dan untuk jumlah rupiah sesudah tanda garis penjumlahan. Jumlah rupiah akhir hasil penjumlahan biasanya diberi garis dobel. Hal ini sudah merupakan konvensi dalam akuntansi. Jadi tidak setiap angka rupiah perlu diberi simbol Rp didepannya dan juga tidak dianjurkan menggunakan tanda idem (”) di muka angka rupiah karena dapat disangka sebagai angka dan menimbulkan salah baca. Bahkan dalam laporan resmi pun dapat juga simbol satuan uang dihilangkan sama sekali dan diganti dengan penjelasan dalam judul laporan bahwa angka dalam laporan adalah dalam satuan mata uang tertentu. Misalnya dalam judul laporan ditulis “semua angka dalam ribuan rupiah” atau “dalam jutaan rupiah” atau “dalam 000 rupiah”.

No comments:

Post a Comment

Post a Comment